Revolusi industri 4.0 kian viral berapa tahun terakhir. Pasalnya, revolusi industri ini ‘memaksa’ semua pihak, untuk berbenah. Dalam hal ini adalah sekolah, orangtua, dan murid. Begitulah salah satu petikan materi yang disampaikan oleh Ananta Dwi Rajasa pada seminar akbar bagi wali murid level 1&2 yang diadakan oleh SDICT Al Abidin Surakarta, Sabtu(27/7).

Bertempat di aula utama sekolah, acara bertema ” Pendidikan 4.0 dan implementasinya” ini fokus memberikan gambaran tantangan serta solusi dalam menghadapinya.

“Acara ini diselenggarakan guna menjalin kedekatan orangtua dan sekolah agar tercipta sinergi pembelajaran di SDICT. Serta memberikan edukasi tentang pendidikan teknologi di era revolusi industri 4.0,” tutur Khanifudin, M.Pd selaku kepala SDICT Al Abidin Surakarta.

Acara diawali dengan penyampaian video kegiatan PRA KBM, dilanjutkan sambutan oleh kepala sekolah, Mr. Khanifudin, M.Pd, yang sekaligus memberikan arahan dan informasi sekolah kepada wali murid. Sambutan selanjutnya diberikan oleh Mr. Triyadi, S.Pd, MS.i selaku perwakilan dari yayasan.

Mr. Sahlan Rosyid, S.Pdi, S.Psi selaku tim IT Yayasan Al Abidin turut menyampaikan mengenai program-program ICT yang akan menjawab tantangan revolusi industri 4.0.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi inti oleh Ananta Dwi Rajasa. Dalam penyampaiannya, Ananta mengajak semua pihak untuk berbenah apabila tidak ingin tersisih. Guru harus mau dan mampu mengimplementasikan teknologi ke dalam kegiatan belajar mengajar, orangtua siswa harus mendukung program pendidikan sekolah, dan siswa harus memiliki karakter aktif, kreatif, inovatif, jujur, berani, dan mandiri. Siswa juga harus mampu belajar dan meringkas materi dari guru.

Acara ditutup dengan sesi sharing antara wali kelas dan wali murid sekaligus pembentukan kepengurusan POMG(Pertemuan Wali Murid dan Guru).<>